Beranda Daerah Oknum Pegawai Kecamatan Lecehkan Siswi PKL

Oknum Pegawai Kecamatan Lecehkan Siswi PKL

Modusinvestigasi.Online, Cianjur – Modus pengobatan alternatif, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial D melakukan tindakan asusila berupa pelecehan seksual terhadap gadis dibawah umur.

Hal tersebut dialami seorang siswi salah satu SMK yang tengah melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di salah satu kantor Kecamatan di Kabupaten Cianjur.

Kronologis bermula, ketika siswi tersebut N tengah melakukan aktivitas PKL dihampiri oleh D yang diketahui salah satu staff di Kecamatan itu.

D yang mengaku memiliki ilmu spiritual mengatakan kepada N bahwa ia tengah dibuntuti oleh sesosok hantu wanita yang bersemayam di pundak kanan dan kiri tubuhnya.

Mendengar hal tersebut N mulai percaya dan tak menaruh curiga dengan perkataan D. Untuk lebih meyakinkan D meminta N menanyakan perihal ilmu spiritual yang dimilikinya kepada seluruh staff yang ada di kantor Kecamatan.

Berhari-hari sejak kedatangan N di Kantor Kecamatan, D mulai sering meraba-raba pundak, jidat dan tangan dengan alasan mengobatinya.

Puncaknya di hari ke tiga N diajak ke salah satu ruangan untuk dilakukan pengobatan alternatif, ia pun merasa curiga dengan gelagat D karena meminta rekannya yang tengah tidur di kursi untuk segera menjauh dari ruangan tersebut agar D fokus melakukan pengobatan kepada N.

Didalam ruangan N di minta D untuk bersetubuh dengan alasan menjadi satu-satunya cara untuk menyembuhkannya dari gangguan mahluk halus.

N pun dengan tegas menolak, tetapi D tak kehilangan akal, ia meminta N untuk menjulurkan lidah, seketika dengan cepat D mencium N dan memainkan bibirnya. N kemudian menjerit dan menangis sehingga membuat seisi kantor kecamatan keheranan.

Guru Pembimbing PKL N, R mengatakan, setelah kejadian itu. N langsung pulang meninggalkan kantor kecamatan dengan alasan ijin keperluan keluarga.

“Menurut pengakuan N, ia dilecehkan. Modusnya yah seperti itu mengobati. Dia cerita ke saya,” katanya , Rabu (26/01/2022).

R menambahkan, setelah kejadian yang dialami muridnya pihak sekolah dan keluarga mendatangi kantor Kecamatan untuk menanyakan kebenaran peristiwa itu.

“Setelah kejadian itu, kami pihak sekolah dan keluarga korban mendatangi pihak kecamatan dan setelah ditanyakan memang kejadian tersebut benar adanya,” ujarnya.

Sementara itu DN kepala sekolah SMK tersebut telah melakukan tindakan dengan memindahkan siswinya ke tempat PKL di salah satu Desa.

” Tentunya pihak sekolah langsung memindahkan N ke salah satu Desa di Kabupaten Cianjur,” ungkapnya.

Sementara itu D tak dapat memberikan keterangan perihal tindakan asusila yang dilakukannya terhadap N.

Camat kantor kecamatan tersebut IK mengatakan, peristiwa yang menyangkut anak buahnya telah diselesaikan secara kekeluargaan.

“Untuk kejadian secara institusi telah diselesaikan bersama pihak sekolah dan keluarga,” pungkasnya. (Vhe)

Tinggalkan Balasan