Beranda Daerah Menguak Dugaan Korupsi di Dinsos Purwakarta. ‘Maling Duit Rakyat Ketauan’

Menguak Dugaan Korupsi di Dinsos Purwakarta. ‘Maling Duit Rakyat Ketauan’

Modusinvestigasi.Online, Purwakarta – Bukan hanya masalah data penerima bantuan sosial (bansos) dan bantuan untuk karyawan yang di PHK akibat Covid19, Kepala Dinas Sosial juga ditegur oleh BPK RI Perwakilan Jawa Barat untuk mengembalikan uang ke kas daerah.

Sesuai dokumen LHP BPK RI yang diterima redaksi, Kepala Dinas Sosial harus mengembalikan uang ke kas daerah lebih dari 100 juta rupiah.

Adapun rinciannya sebagai berikut, menyetor kelebihan pembayaran Belanja Peralatan Kantor Rp. 81.148.500,00 (Delapan puluh satu juta, seratus empat puluh delapan ribu, lima ratus rupiah) dan belanja meubelair kantor Rp. 24.872.000,00 (Dua puluh empat juta, delapan ratus tujuh puluh dua ribu rupiah).

Uang tersebut harus dikembalikan oleh kepala dinas sosial ke kas daerah. Dari informasi yang diterima uang senilai 100 juta lebih tersebut, telah dikembalikan ke kkas daerah.

Namun, kita sering melihat di berbagai plafon media sosial ketika ada maling motor yang tertangkap warga nasibnya akan sangat tragis. Mulai digebukin hingga babak belur, harus berurusan dengan penegak hukum (di penjara) dan motor yang dimalingnyapun tidak jadi miliknya.

Seandainya tidak ada temuan dari LHP BPK RI perwakilan jawa barat, kemungkinan uang itu jadi dimaling dan raib masuk ke kantong pribadi pejabat yang bersangkutan.

Beberapa waktu lalu, Norman Nugraha yang saat itu menjabat Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) membenarkan bahwa dinas sosial sudah melakukan pengembalian.

“Sesuai dengan rekomendasi dari LHP BPK RI, Dinas sosial sudah mengembalikan temuan tersebut,” singkat Norman, beberapa waktu yang lalu. (Vhe)

Tinggalkan Balasan