Beranda Daerah Kunjungan ke Bogor, Mentan SYL Bahas Pertanian ke Depan

Kunjungan ke Bogor, Mentan SYL Bahas Pertanian ke Depan

Modusinvestigasi.Online, Bogor – CEO Minaqu, Ade Wardhana Adinata menyebut bahwa kedatangan Menteri Pertanian (Mentan) RI l, Syahrul Yasin Limpo (SYL) sangat mendadak.

“Beliau membahas banyak hal terkait bagaimana pertanian ke depan harus menjadi ujung tombak kebangkitan ekonomi Indonesia,” cetusnya, Rabu (22/12).

Menurutnya, kunjungan itu tidak sekadar temu sapa untuk melepas rindu.

Ia menemani SYL untuk berkeliling mengitari Green House tanaman endemik Indonesia.

SYL juga berkesempatan menjajal diskusi langsung dengan buyer (pembeli) asal manca negara yang tertarik dengan plasma nutfah nusantara.

Berbagai pembicaraan strategis juga dihasilkan dari kunjungan singkat itu.

Ade membeberkan, di antaranya kabar gembira untuk mendongkrak program Geratieks Kementan melalui kontrak kerja sama dengan pembeli Eropa yang diwujudkan dengan 7 juta tanaman per tahun.

“Kita juga menginfokan bahwa tahun 2022 Minaqu tidak hanya akan mengekspor tanaman hias. Namun, semua produk pertanian dari hulu sampai hilir dan turunannya serta produk UKM akan diwadahi Minaqu,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan sejumlah program potensial dari Minaqu untuk mendukung pasar global Indonesia, tahun depan.

Tentu saja, kesempatan itu bakal dipakai untuk mendongkrak tingkat ekspor Indonesia semakin kencang.

Ade sendiri bersyukur dengan dukungan nyata dari RI 37 tersebut.

Menurutnya, Kementan menilai ada potensi yang bisa terus didorong secara maksimal.

“Dorongan kepada Minaqu juga akan memberikan dampak untuk mengangkat para petani agar memiliki pasar global,” jelasnya.

Diketahui, Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo (SYL) kembali menyambangi Kota Bogor, Rabu (22/12).

Ia secara khusus meluangkan waktunya untuk mengunjungi Minaqu Indonesia.

SYL, sapaannya, memang menjalin kemitraan yang cukup kuat dengan salah satu eksportir tanaman hias asal Kota Bogor itu.

Gerakan Tiga Kali Ekspor (Geratieks) yang dicanangkan Kementerian Pertanian juga melibatkan sektor tanaman hias yang diinisiasi oleh Minaqu Indonesia.

Tak heran, mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu selalu merasa excited untuk menggarap bersama-sama potensi ekspor lain yang dimiliki Indonesia.

Ia sekaligus melepas rindu dengan CEO Minaqu Indonesia yang baru saja menuntaskan perjalanan business trip di benua Eropa. Perjalanannya “studi banding” itu menghabiskan waktu lebih dari dua minggu. (Vhe)

Tinggalkan Balasan