Beranda Daerah Kajati Jabar Asep Nana Mulyana yang Tuntut Hukuman Mati Herry Wirawan

Kajati Jabar Asep Nana Mulyana yang Tuntut Hukuman Mati Herry Wirawan

Modusinvestigasi.Online, Bandung – Beredar di jagat maya video anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan yang meminta untuk memecat Kajati yang memakai bahasa Sunda saat rapat kerja.

Hal itu diungkapkan Arteria Dahlan dalam pertemuan dengan Jaksa Agung RI Burhanuddin, Senin, 17 Januari 2022.

Video Arteria Dahlan tersebut mendapat kecaman dari pimpinan, budayawan, seniman, hingga masyarakat Sunda di tingkat akar rumput.

Dalam video tersebut, Arteria Dahlan menyampaikan kritiknya bahwa Kajati yang memakai bahasa Sunda seharusnya diganti saja. Berikut kutipan video Arteria Dahlan:

“Ada kritik sedikit, pak JA (Jaksa Agung). Ada kajati pa yang dalam rapat, dalam Raker itu ngomong Bahasa Sunda. Ganti pak itu. Kita ini Indonesia pak, jadi orang takut kalau ngomong pakai bahasa Sunda ntar orang takut pa, ngomong apa dan sebagainya. Kami mohon sekali yang seperti ini dilakukan penindakan tegas.”

Arteria Dahlan memang tidak menyebutkan siapa nama Kajati dalam video tersebut. Akan tetapi jika berbicara Sunda, maka dugaan yang dimaksud adalah Kejati Jawa Barat yang saat ini dijabat oleh Asep Nana Mulyana.

Asep Nana Mulyana merupakan Kajati Jawa Barat yang baru ditunjuk menggantikan Ade Adhyaksa berdasarkan Surat Keputusan (SK) Jaksa Agung RI Nomor 169 tahun 2021 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dalam Jabatan di lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia.

Ia menduduki posisi sebagai Kejati Jawa Barat melalui proses seleksi ketat, dimana harus melawan 9 kompetitor lainnya yang menginginkan jabatan tersebut.

Berdasarkan hasil seleksi terbuka yang diselenggarakan Kejaksaan Agung tersebut, Asep Nana Mulyana berhasil mengalahkan 9 jaksa lainnya dan menjabat sebagai Kajati Jawa Barat

Dan di awal tahun 2022 ini, Asep Nana Mulyana menunjukkan gebrakannya dengan menuntut hukuman mati ditambah hukuman kebiri kepada Herry Wiryawan, preadator seksual yang memperkosa 12 santri.

Dalam wawancaranya, Asep Nana Mulyana mengatakan semua hasil penyelidikan pihak kejaksaan memberatkan predator seksual Herry Wirawan.

“Ada tujuh pertimbangan sehingga kami menuntut hukuman mati bagi terdakwa Herry Wirawan,” ujarnya saat jumpa pers usai sidang di di PN Bandung, Selasa 11 Januari 2022.

Selain hukuman mati, jaksa juga menuntut pidana tambahan berupa kebiri kimia, dan meminta agar hakim mengumumkan identitas terdakwa pemerkosa 12 santriwati tersebut. “Hukuman tambahan berupa kebiri kimia,” kata Asep.

Dalam waktu singkat, postingan Arteria Dahlan yang diunggah 6 Februari 2019 lalu sudah mendapat sekira 2.400 komentar. Padahal di postingan-postingan IG tersebut sebelumnya hanya mendapat puluhan komentar saja.

Tinggalkan Balasan