Beranda Daerah Beberapa E-warung di Bekasi Diduga Fiktif

Beberapa E-warung di Bekasi Diduga Fiktif

Modusinvestigasi.Online, Bekasi – Keberadaan e-warung di wilayah Desa Sukasejati, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, diduga fiktif karena terdapat perbedaan dari data dan fakta di lapangan.

Menurut informasi, beberapa e-Warung yang berada di wilayah Sukasejati salah satunya Jalan Serang-Setu, menurut data yang dimiliki Selvi Suherman.

Ternyata, e-Warung itu ditempati oleh Sidik. Selvi diketahui merupakan seorang karyawan salah satu perusahaan di kawasan industri.

E-warung tersebut disewa Sidik sejak setahun lalu.

“Kalau ibu Selvi rumahnya di sebelah, kami hanya mengontrak di sini, kami tidak mengetahui tentang e-Warung, bahkan kami tidak pernah didatangi pihak bank terkait yang katanya memberikan perizinan tentang e-Warung di tempat usaha kami,” jelas Sidik.

Hal yang sama juga terjadi di e-Warung Anita Komalasari yang berada di desa Ciantra, tepatnya di Jalan Raya Kampung Simpur tersebut.

Lokasi tersebut ternyata hanya menjadi gudang tempat menampung bantuan sosial saja, itu juga yang diketahui warga setempat hanya sekali saja menampung bantuan sosial selebihnya tidak pernah ada aktivitas jual beli apapun.

“Sebelah persis tempat usaha saya memang sebelumnya di jadikan tempat menampung bantuan sosial berupa sembako. Itu juga yang saya ketahui hanya sekali saja, selebihnya tidak pernah ada kegiatan jual-beli karena memang hanya dijadikan penampungan saja,” ucap Warung Deris yang tepat berada di samping lokasi lyang dianggap e-Warung.

“Yang saya dengar katanya akan pindah ke belakang. Lebih jelasnya coba tanyakan saja ke desa, karena yang saya dengar itu semua diurus oleh pak Eko pegawai desa setempat,” lanjut dia.

Untuk e-warung sendiri, dia mengaku tidak pernah mengerti atas nama siapa, karena memang keberadaan toko sebelah selalu kosong sebelumnya.

Tidak hanya itu, di Desa Pasirsari yang sebelumnya juga sempat diresahkan penerima bantuan sosial, kepemilikannya ternyata dikelola oleh seorang nenek bernama Arfiah bin Ambang, di mana wanita manula tersebut disinyalir tidak mengerti dan memahami akan fungsi e-warung termasuk tidak bisa mengoperasikan mesin EDC bank BNI. (Vhe)

Tinggalkan Balasan