Beranda Nasional Hukum - Kriminal Ada Pejabat Terlibat Dugaan Pemalsuan Buku Nikah Mantan Pramugari Garuda Indonesia

Ada Pejabat Terlibat Dugaan Pemalsuan Buku Nikah Mantan Pramugari Garuda Indonesia

Modusinvestigasi.Online, Bandung – CH, seorang pejabat di lingkungan Pemkab Bandung muncul dalam dakwaan kasus dugaan pemalsuan buku nikah mantan pramugari Garuda Indonesia.

Kasus tersebut sedang dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Bale Bandung.

CH disebut sebagai orang yang membantu Tutiek Ratnawati membuat surat nikah di KUA Soreang, Kabupaten Bandung.

Kasus ini bermula dari Tutiek yang menikah secara agama di Surabaya beberapa tahun silam dengan Moch Yunus.

Namun, pernikahan tersebut kandas setelah Tutiek mengajukan gugatan cerai di Pengadilan Agama Kota Bekasi. Pihak pengadilan memutuskan pasangan Tutiek dan Yunus bercerai.

Mendapat kepastian hukum tersebut, Tutiek kemudian mengajukan gugatan harta gono-gini.

Namun, pihak Yunus melaporkan Tutiek kepada Polda Jabar terkait dugaan pemalsuan buku nikah yang dikeluarkan oleh KUA Soreang.

Pihak pengacara Tutiek sejatinya akan membacakan eksepsi pada Rabu 26 Januari 2022, namun Majelis Hakim menunda persidangan sampai pekan depan.

“Ada 6 tuntutan yang akan kami ajukan dalam eksepsi,” ujar Bambang Sunaryo, Tim Kuasa Hukum Tutiek.

Tuntutan pertama adalah Majelis Hakim menerima keberatan penasehat hukum dalam dakwaan terhadap Tutiek yakni pasal 266 KUHPidana.

“Kedua menyatakan saksi CH dan saksi NS melakukan perbuatan sebagaimana pasal 266 ayat 1 dan pasal 55 KUHPidana,” ujarnya.

CH dan NS juga diminta untuk disertakan sebagai terdakwa dalam kasus tersebut, mengingat Tutiek meminta bantuan yang bersangkutan untuk membuat buku nikah.

Selain itu, pihaknya juga memohon agar terdakwa untuk tidak diadili di Pengadilan Negeri Bale Bandung, melainkan di Kota Bekasi.

“Tututan selanjutnya, menyatakan dakwaan Jaksa Penuntut Umum batal demi hukum dan setidak-tidaknya dinyatakan surat dakwaan JPU batal demi hukum tidak dapat diterima,” katanya.

Selanjutnya, Tim Kuasa Hukum Tutiek juga berharap agar Majelis Hakim memerintahkan JPU memgeleluarkan terdakwa untuk membebaskan dari segala dakwaan dan tuntutan dan membebankan biaya pengadilan kepada negara.

Dia menjelaskan, salah satu kejanggalan dalam kasus tersebut adalah proses pencatatan registrasi berada di KUA, namun yang pemalsuan buku nikah didakwakan kepada terdakwa.

“Justru klien kami yang menjadi korban,” katanya.

Terlebih berdasarkan putusan pengadilan Agama Kota Bekasi, pasangan tersebut telah diputus bercerai, artinya secara sah pasangan tersebut telah menikah yang mana buku nikah menjadi buktinya.

Buku nikah tersebut juga pernah menjadi salah satu administrasi dalam proses peminjaman uang kepada bank yang diajukan pasangan Tutiek dan Yunus. (Red)

Tinggalkan Balasan