Beranda Daerah 2 Bocah Tewas Akibat TPT Ambruk, Timbun 1 Rumah

2 Bocah Tewas Akibat TPT Ambruk, Timbun 1 Rumah

Modusinvestigasi.Online, Cianjur – Satu keluarga di Kampung Bakom, Desa Cikancana, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur tertimbun usai tembok penahan tanah (TPT) ambruk dan menimpa rumah mereka pada Minggu (6/2/2022). Dalam insiden ini, dua korban anak ditemukan tewas.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana ambruknya TPT terjadi pada Minggu dini hari sekitar pukul 03.00 Wib. Hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu (5/2) kemarin, membuat tanah di lokasi kejadian labil, sehingga TPT setinggi 4 meter ambruk dan menimpa rumah di bawahnya.

“Bukan tanah longsor, tapi TPT sebuah rumah setinggi 4 meter ambruk dan menimpa rumah demi permanen di bawahnya hingga rata dengan tanah,” ujar dia.

Menurutnya empat orang penghuni rumah tertimbun TPT dan rumah yang ambruk. Akibatnya dua orang anak yang berumur 4 dan 11 tahun tewas seketika. Sedangkan kedua orang tuanya mengalami luka berat.

Korban tewas tertimpa material batu yang menimpa kamar tempat korban tertidur. Kamar tersebut berada paling dekat dengan tembok yang ambruk.

“Saat kejadian, keluarga penghuni rumah sedang terlelap tidur. Sehingga tidak sempat menyelamatkan diri. Dua orang yang merupakan anak-anak tewas, sementara orang tuanya mengalami patah tulang,” tuturnya.

Rudi mengatakan, korban luka sudah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan intensif. “Korban luka sudah dirawat di RSUD Cimacan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, peristiwa ambruknya TPT hingga mengakibatkan korban jiwa bukan yang pertama. Menurutnya pada Selasa (28/12/2021) lalu, seorang remaja perempuan tewas tertimpa tembok penahan tanah (TPT) salah satu pesantren di Kampung Cimuncang, Desa Mekarsari Kecamatan Cikalongkulon Cianjur.

Pondasi tembok diduga kurang kuat sehingga ambruk dan mengakibatkan korban jiwa. Informasi dihimpun, peristiwa itu terjadi saat korban bernama Aura Reksa Amalia (12) tengah menjemur pakaian di belakang rumahnya.

Tiba-tiba, tanah dan tembok penahan bangunan pesantren ambruk dan menimpa korban yang rumahnya berada di bawah tebing bangunan pesantren.

“Dalam dua bulan terakhir ini sudah dua kejadian TPT ambruk dan mengakibatkan korban jiwa. Kami imbau di tengah musim hujan ini, masyarakat yang berada di titik rawan, terutama tinggal di bawah tebing atau TPT lebih waspada. Pemilik bangunan TPT juga diminta untuk mengecek kondisi bangunan” pungkasnya. (Vhe)

Tinggalkan Balasan